Chat with us, powered by LiveChat

Agen Bola Sbobet Mengulas Buruknya Pertahanan Chelsea

onlinebet777.info – Bagaimana buruknya transisi dan koordinasi dari permainan Chelsea bisa dilihat dari proses terciptanya empat gol Manchester United. Empat gol yang diciptakan Manchester United semuanya adalah dengan memanfaatkan transisi Chelsea yang buruk dari menyerang ke bertahan. Begitu The Blues kehilangan bola, menurut laporan yang dilansir oleh Situs Bola Terpercaya selalu ada jarak yang cukup lebar antara gelandang dengan para pemain bertahan.

Buruknya koordinasi pertahanan dan lini tengah juga terlihat jelas untuk gol ketiga Manchester United. Kovacic, Jorginho dan Mason Mount gagal menjaga jarak mereka sehingga membuat Pogba dengan bebas mengirim umpan ke area kosong di belakang punggung bek. Parahnya lagi, koordinasi di pertahanan juga tak berjalan mulus karena ada jarak yang cukup lebar antar bek yang kemudian mampu dimanfaatkan oleh Rashford dengan kecepatannya mengejar bola itu dan menceploskannya dengan cukup mudah.

Setelah tertinggal tiga gol, permainan Chelsea semakin tidak rapi dan kurang koordinasi. Gol keempat pun skema yang sama dilakukan oleh Manchester United. Pogba dan Martial bekerja sama satu-dua untuk memecah pertahanan Chelsea, dan kemudian membuat Pogba sendirian merangsek ke pertahanan Chelsea yang sudah tidak ada pemain. Dengan sekali gocek, Pogba kemudian mengirimkan umpan kepada Daniel James untuk mencetak gol pada debutnya. 4-0 untuk kemenangan Manchester United.

Kekalahan ini seperti menunjukkan pada Frank Lampard bahwa lini tengah dan pertahanan yang ia coba bangun jauh dari kata sempurna. Ketika peluit kick-off dibunyikan oleh wasit Anthony Taylor tanda dimulainya laga Manchester United vs Chelsea, mungkin tak banyak yang bakal memprediksi kemenangan besar akan didapatkan tim asuhan Solskjaer.

Setelah sempat gugup di awal-awal pertandingan, terutama dibuktikan dari peluang Tammy Abraham pada menit ketiga, perlahan tapi pasti permainan yang diinginkan oleh Solskjaer sangat jelas. Dan itu dimulai setelah jeda. Melihat bagaimana permainan Chelsea begitu agresif dan pertahanan mereka begitu tinggi tanpa ada filter di depan pertahanan, Solskjaer dengan cerdik melakukan perubahan. Bukan lagi bermain dengan formasi 4-3-3 ketika menyerang dan 4-2-3-1 ketika tidak dalam penguasaan bola, tapi beralih dengan formasi 4-4-1-1 dengan meninggalkan Rashford di depan sendiri.

WhatsApp chat